Tokoh

KASAU MARSEKAL TNI I.B. PUTU DUNIA

KASAUMarsekal TNI I.B. Putu Dunia Lahir di Tabanan pada tanggal 20 Februari 1957. Diterima sebagai Calon Prajurit Taruna dan dilantik oleh Presiden RI sebagai Letda pada bulan Maret 1981. Selanjutnya mengikuti pendidikan Sekbang 27 dan diwisuda (Wing Day) sebagai Penerbang pada tahun 1981.

Kalender Kegiatan
Februari 2019
S S R K J S M
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28      

T O K O H

Marsekal TNI Imam Sufaat

Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP, pria kelahiran Wates, Yogyakarta, 27 Januari 1955, dilantik Presiden menjadi Kepala Staf Angkatan Udara ke-18 pada 9 November 2009. Serah terima jabatan dari Marsekal TNI Subandrio dilaksanakan pada 12 Nopember 2009, dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso. Lulusan AAU 1977 ini meniti karir sebagai penerbang pesawat tempur Hawk MK-53 yang berpangkalan di Lanud Iswahjudi Madiun. Setelah lulus Sekolah Penerbang angkatan ke-24 dan dan diwisuda (Wing Day) sebagai Penerbang pada tahun 1979, Imam ditempatkan di Wing Operasi 002 Kopatdara sebagai penerbang tempur (1979). Pendidikan militer lain yang pernah diikutinya antara lain Sekkau (1987), Seskoau (1993) serta Seskogab, sedang kursusnya meliputi Advance Fighter Training (USAF) tahun 1983, Sekolah Instruktur Penerbang (1985), International Officer School (1989) dan Internasional Defense & Dev Program (1989). Pusat Data Tokoh Indonesia dari Dispenau mencatat pada tahun 1980, Imam bertugas di Wing 300 Kohanudnas (1980), Kasi Ops Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi (1985), Komandan Flight Latihan Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi (1989), Kadisops Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi (1990), Kasi Lambangja Disops Lanud Iswahjudi (1993). Pada 1994, ia dipercaya menjabat Komandan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Komandan Skadron Pendidikan 103 Lanud Adisutjipto (1995), dan Kadisops Lanud Pekanbaru (1996). Setelah itu menjadi Atase Pertahanan Urusan Udara KBRI London (1997). Lalu, menjabat Wakil Komandan Lanud Pekanbaru (1998) dan Komandan Lanud Supadio Pontianak (2000). Kemudian dipercaya sebagai Paban III Lat Staf Operasi Angkatan Udara (Sopsau - 2002). Lalu, setelah mengikuti pendidikan Lemhannas DCCS di Australia, diangkat sebagai Komandan Lanud Iswahjudi Madiun (2003) dengan pangkat Marsekal Pertama TNI. Setelah tiga tahun, dia dipercaya menjabat Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasum TNI (2006), dan menjabat Gubernur AAU Yogyakarta (2007) dan tahun 2008 menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I. Lalu berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 19 Oktober 2009 dia dipercaya menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) menggantikan Marsekal Madya TNI Wardjoko yang serah terima jabatannya dilaksanakan Senin tanggal 9 November 2009. Setelah laporan kenaikan pangkat dan serah terima jabatan Wakil Kasau, Marsekal Madya TNI Imam Sufaat Senin siang tanggal 9 November 2009 dilantik sebagai KSAU oleh Presiden di Istana Merdeka bersama dengan pejabat baru lainnya Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI George Toisutta dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Agus Suhartono. Setelah 32 tahun bertugas di TNI Angkatan Udara, suami dari Dra Maya Andayani dan ayah dari dua putra (Sari Dumayanti dan Wira Primasatya) ini, telah memperoleh beberapa tanda kehormatan meliputi Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya, Satyalancana Kesetiaan VIII tahun, Satyalancana Kesetiaan XVI Tahun, Satyalancana Kesetiaan XXIV tahun, Satyalancana Dwidya Sistha, Satyalancana Dwidya Sistha Ulangan I, Satyalancana Dwidya Sistha Ulangan II, dan Satyalancana Darma Nusa. Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dalam upacara serah terima jabatan Kasau mengemukakan TNI Angkatan Udara selaku penegak kedaulatan negara di udara harus mampu menyiapkan kemampuan universal kekuatan udara yang memiliki kemampuan pengendalian udara (control of the air), kemampuan serangan udara (air strike), dan kemampuan dukungan udara (air support) guna mengantisipasi setiap tantangan dan dinamika tugas dimasa depan. Dalam kondisi seperti itu, maka postur TNI Angkatan Udara harus dibangun secara bertahap, berkesinambungan tepat sasaran, dan berdasarkan pada skala prioritas. Oleh sebab itu, kebutuhan pokok minimum (minimum essential force) merupakan upaya nyata dalam mewujudkan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara agar semakin andal dalam menjalankan tugas pokoknya

TOKOH LAINNYA :