Tokoh

Marsekal TNI Herman Prayitno

Marsekal TNI Herman Prayitno menjadi Kepala Staf TNI AU (Kasau) menggantikan Marsekal TNI Djoko Suyanto, dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2006). Pada kesempatan itu Marsekal TNI Djoko Suyanto juga dilantik Presiden menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Kemudian, dia digantikan Marsda TNI Subandrio yang dilantik Jumat (28/12/2007).

Kalender Kegiatan
Februari 2019
S S R K J S M
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28      

SKADRON 3




Skadron Udara (Skadud) tempur tertua yang paling banyak terlibat dalam operasi tempur ini dibentuk pada tanggal 9 April 1951 di Pangkalan Udara Cililitan (sekarang Lanud Halim Perdanakusuma), Jakarta. Lambang yang digunakan berupa perisai merah dan hitam dengan lukisan panah dan api melukiskan kemampuan tinggi dengan gerakan yang cepat dalam pertempuran. Pesawat tempur pertama yang mengisi Skadud 3 adalah 50 pesawat P-51 Mustang sumbangan dari AU Belanda (Militaire Luchvaart) pada tahun 1950. Pada bulan Desember 1951, Skadud 3 dipindahkan dari Pangkalan Udara Cililitan ke Pangkalan Udara Bugis (sekarang Lanud Abd. Saleh).

Skadud 3 mulai terjun kedalam kancah pertempuran tahun 1953. Operasi-operasi yang diikuti pada saat itu adalah operasi menumpas pemberontakan separatis seperti penumpasan DI/TII di Jawa Barat , Permesta di Sulawesi Selatan/Utara, PRRI di Sumatra Barat dan Operasi Sorong hingga tahun 1960. Pada tahun yang sama, Skadud 3 diterjunkan dalam operasi pembebasan Irian Barat dan konfrontasi dengan Malysia dalam operasi Trikora dan Dwikora hingga tahun 1967. Dalam rangka menumpas pemberontakan PKI Skadud Udara 3 dilibatkan dalam Operasi Trisula di Blitar Selatan dan Operasi Sabre Kilat. Pada tahun 1973 diadakan penambahan pesawat dan suku cadang melalui program "Peace Phonix".

Pesawat OV-10 Bronco menjadi tulang punggung Skadud 3 mulai tanggal 28 September 1976. Setelah pesawat P-51 Mustang dinyatakan grounded pada tanggal 25 Juli 1975 dan seluruhnya berjumlah 16 pesawat. Selain itu Skadud 3 juga memiliki empat pesawat Cessna T-41D, dua pesawat Cessna L-180 dan tiga pesawat AT-16 Harvard.

OV-10F Bronco banyak ikut andil dalam operasi-operasi yang digelar oleh TNI AU seperti Operasi Seroja di Timtim (1976/1979/1981/1983-89), Oprasi Tumpas (1977/1978) di Irian Jaya, Operasi Halilintar di Tanjung Pinang, Operasi Guruh di Maluku, Operasi Tumpas III (1981) dan Operasi Halau di Ranai (1985-1987) serta latihan bersama yang dilaksanakan bersama dengan Thailand dalam Elang Thainesia tanggal 18 Agustus 1989. Antara tahun 1982-1983, seluruh Skadud 3 pernah dipindahkan ke Pekanbaru.

Mulai akhir 1989 nama Skadud 3 digunakan sebagai nama skadron pesawat tempur F-16A/B yang baru memasuki jajaran alat utama sistem senjata (alut sista) TNI AU. Skadud ini berpangkalan di Lanud Iswahjudi menggunakan bekas hanggar Skadron Udara 11 yang telah dipindahkan ke Ujung Pandang, sedangkan pesawat OV-10 Bronco dimasukkan ke dalam Skadud 1 yang sebelumnya adalah aSkadron Pembom Taktis.

Skadud 3 F-16A/B dibentuk bersamaan dengan program pengadaan pesawat F-16A/B melalui program "Peace Bima Sena" yang diikuti dengan pengiriman 67 personel teknisi pesawat terbang dan empat penerbang ke Amerika Serikat untuk melaksanakan pelatihan pengoperasian dan perawatan pesawat F-16. Dua pesawat F-16 pertama mendarat di Runway Lanud Iswahjudi pada tanggal 5 Desember 1989 setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan pabrik pembuatnya di Forth Worth, Dallas. Total jumlah pesawat F-16A/B blok 15 Operational Capabilities Upgrade (OCU) yang di miliki oleh TNI AU adalah 12 pesawat.

Konversi penerbang pertama dibuka lima bulan kemudian pada bulan April 1990 dan hingga tahun 1999, Skadud 3 telah mencetak 31 penerbang F-16. Skadud 3 ikut andil dalam berbagai operasi pertahanan udara, latihan tingkat komando operasi, latihan tingkat angkatan, latihan gabungan dan latihan bersama. Latihan bersama yang pernah dilaksanakan adalah Elang Thainesia, Elang Ausindo Cope West dan Elang Indopura serta kunjungan ke negara sahabat seperti Thailand dan Singapura.

Team Aerobatik "Elang Biru" terbentuk pada tahun 1996 dalam rangka memeriahkan Indonesia Air Show (IAS) '96 di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Untuk meningkatkan kemampuan dan variasi aerobatik, TNI AU pernah mengundang tim aerobatik USAF "Thunderbirds" untuk menularkan kemampuannya kepada para penerbang F-16 "Elang Biru".

Saat ini warna pesawat F-16 TNI AU tidak lagi berwarna biru terang dengan strip kuning, tetapi berwarna hijau tua abu-abu millenium dengan lambang Wing Operasional 300 warna merah menyala pada vertical stabilizer-nya. Skadud 3 mempunyai tugas pokok sebagai alut sista pertahanan udara dengan tugas tambahan sebagai pesawat tempur taktis dan strategis.